Di Masjid Tergeragap

sebagaimana lontar kerikil jumrah, kebisingan ini berserak
menjelma detak irama langkah kerinduan yang mengetuki multazam
jiwa, yang terlalu kerap lusuh oleh derai musim dan zaman
yang tak pernah bertawajuh ketika galau memuncaki rongga dada

sungguh, alunan adzan yang sebenarnya telah berulang itu kini
melecut-lecut hingga kesombongan lantak dan tiarap tak tersisa
ini benar saat purnama, aku hanya basah air mata di mihrab suci

“menggenggam tali tarikat memang kadang seperti bara!” katamu
dan aku semakin tergeragap dari tidur panjang tanpa pelita
maka di masjid berbinar cahaya, serenada pun mengalirkan cinta
“doakan, ibu, menghadapi tawaran purba ada ketegaran selalu!”

Bumidamai, Akhmad Muhaimin Azzet.

14 Komentar (+add yours?)

  1. Mabruri Sirampog
    Jul 08, 2011 @ 07:46:54

    bagus sekali pak puisinya….
    saya hanya bisa menikmati,,,

    Balas

  2. Green Borne
    Jul 08, 2011 @ 08:33:55

    tulisan yang bagus mas, salam kenal :-)
    terima kasih tulisannya
    :-)

    Balas

  3. Elrifa
    Jul 08, 2011 @ 10:59:19

    cerita nurani anak manusia..
    saya suka puisinya pak

    Balas

  4. astrid
    Jul 08, 2011 @ 13:03:09

    “menggenggam tali tarikat memang kadang seperti bara!”
    >interaksi yg tak mungkin dielakkan menjadi ujian bagi hati..

    “doakan, ibu, menghadapi tawaran purba ada ketegaran selalu!”
    >ibu tak akan pernah menyerah, hatinya senantiasa pasrah…

    nice mas Akhmad…

    Balas

  5. astrid
    Jul 08, 2011 @ 13:05:36

    aku seperti berada didalam masjid
    dan menatap sosokmu disitu….?

    Balas

  6. Dodi Fadli
    Jul 10, 2011 @ 18:42:31

    pak Ahmad kidung hati ya…menyentuh mungkin hampir smua orng mengalami hal demikian…salam kenal pak dari saya.

    Balas

  7. Usup Supriyadi
    Agu 02, 2011 @ 07:01:52

    setidaknya sebulan ini masjidmasjid penuh ya,
    *halah*

    selamat ramadlan

    dan saya tak pernah bosan membaca sajaksajakmu

    Balas

    • akhmad muhaimin azzet
      Agu 05, 2011 @ 01:51:41

      Iya, Mas Usup Supriyadi, sebulan ini masjid-masjid menjadi lebih makmur karena Ramadhan; semoga di bulan selanjutnta juga demikian. Makasih banyak ya, Mas. Selamat Ramadhan juga dan makasih banyak atas kunjungannya.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.