Menghadap
29 Jul 2011 7 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:akhmad, azzet, muhaimin, penyair, puisi, sajak, sastra
semula aku merasa tidak layak menghadapkan wajah berdebu
tapi kisah tetes peluh Bunda Hajar antara shafa dan marwa
membuat rongga ini dahaga zamzam, pertaubatan menderu
membasuh kerak usia betapa perih dan malu bergetar
Allahu Akbar! betapa Mahakasih pada segenap semesta
…








Jul 29, 2011 @ 08:40:00
Alhamdullillahi robbil alamin..
Agu 05, 2011 @ 01:54:16
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin….
Makasih banyak ya, Mbak Astrid, telah singgah kemari
Jul 29, 2011 @ 09:00:47
Agu 05, 2011 @ 02:14:30
Terima kasih banyak, Mas Daeng Diansyah Putra, telah berkunjung kemari
Agu 03, 2011 @ 15:44:43
Singkat namun memikat. Aku mampir mas. Merindu teguk baitan puisimu
Agu 05, 2011 @ 02:24:02
Alhamdulillah….
Makasih banyak ya, Mbak, telah singgah ke bait puisi ini. Salam kreatif dan selamat terus berkarya.