Ada Gelombang
12 Mei 2012 11 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:cinta, gelombang, puisi, rindu, sajak, tahajjud
senantiasa bergemuruh, menghadapi karang seharian
ada gelombang yang begitu indah di dadamu
ya, dzikir itu, gelombang sarat ombak rindu dan cinta
yang tidak hanya menderu dalam tahajjud di malam syahdu
tapi segala gerak siang bekerja menuju kedamaian
dan engkaulah memang senantiasa berguru kedalaman samudra
memaknai usia, menata batu-bata bagi rumah keabadian
ada gelombang yang tidak saja gegap menghantam
tetapi juga lembut membelai, persoalan beragam
seperti kata ibu saat menunggui angin kemarau
merindui hujan dengan doa dan ketulusan dedaunan
“dengan sujud, anakku, menuntaskan segala beban!”
sementara gelombang biarlah menjelma wujud kesaksian
dan pertaubatan yang tak sudah-sudah teruraikan
Bumidamai, Yogyakarta.
Jangan Menjadi Kartini
21 Apr 2012 12 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:emansipasi, gender, indonesia, Kartini, sajak
jangan menjadi Kartini
bila hanya karena dendam
kepada lelaki
jangan menjadi Kartini
bila hanya ingin
mengangkangi lelaki
tetapi menjadilah Kartini
sepenuh cinta, sepenuh hati
membangun mitra sejati
menjadilah Kartini
yang indah memesona
dan dihormati
di negeri tercinta, menjelang siang
Masjid Sepanjang Perjalanan
02 Mar 2012 22 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:azzet, masjid, perjalanan, puisi, sajak, usia
menelusuri siang dan malam ada ceruk dan bebatuan
tapi benarkah rambu jalanan tak sekadar pilar tua
atau bahkan malah keropos digerogoti usang zaman
jangan, sayang, jangan lagi tersesat menuju pulang
mari kita bangun masjid sepanjang perjalanan, yang agung
dengan shaf-shaf ketulusan dan salam pada segenap semesta
Bumidamai, Yogyakarta.
Musyahadah Senja Bergerimis
17 Feb 2012 15 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:azzet, gerimis, hujan, puisi, sajak, senja
bukankah sebentar lagi malam menjelang
burung-burung pun sudah pada hinggap bersarang
sungguh! senja mestinya bukan sekadar kehampaan
memaknai gerimis saja, sepertinya kita
tak lagi mempunyai rasa malu
padahal siapa berlepot noda seharian?
padahal
pertanggungjawaban juga tak kenal tangguh waktu
yang akan memburu engkau atau aku, selalu!
Bumidamai, Yogyakarta.
Seutuhnya Puisi
20 Jan 2012 22 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:akhmad, azzet, jalan, muhaimin, puisi, sajak, sastra
…
pada jalanan yang kian gelapkan mata ini
aku ingin seutuhnya puisi, kejujuran hati
sebagai obat bagi musim yang kian sekarat
agar tak lagi kecewa saat rindu mendekat
ya, seutuhnya puisi, sepenuhnya hari-hariku
sebab sepanjang nafas menderukan debu
hanya bual melulu, ilusi duh betapa tak ragu
Bumidamai, Yogyakarta.
Nyanyian Cinta
03 Jan 2012 14 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:akhmad, azzet, cinta, muhaimin, puisi, rindu
di sepertiga malam yang menggumpal
aku merapatkan cinta, di atas sajadah
sebab kerinduan semakin berjejal
memenuhi dada yang tak sudah-sudah
tasbih berputar menjadi nyanyian cinta
puisi hati menghadap Tuhan Yang Kuasa
sungguh bukan karena cinta terbelah dua
cintaku pada rasul-Mu, duh pada-Mu jua
Bumidamai, Yogyakarta.
Melukis Ibu dalam Mimpi
23 Des 2011 16 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:damai, ibu, puisi, sajak, sastra
entah karena kalah, ibu, anakmu bernyanyi
menuju mimpi para pencinta bunga wangi
dan melukismu, ibu, betapa gerak lunglai
atau inikah menuju alamat betapa kerap lalai
Bumidamai, Yogyakarta.
Sejenak Menghibur Diri
11 Nov 2011 22 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:akhmad, azzet, muhaimin, puisi, sajak, sastra
di bukit yang tersisa, yang pepohonan
masih belum dilibas angkara
aku merebah bersama lumut bebatuan
air menetes segar dari sulur menjuntai
membasahi dada, inikah surga?
ternyata langkah betapa lelah berlarian
dari keserakahan yang mengancam
siang dan malam bersitegang
Bumidamai, Yogyakarta.
Inikah Pertaubatan
04 Nov 2011 14 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:hati, puisi, sajak, sastra, taubat
tersungkur dengan segala rupa air mata
setelah bahagia, lantas berjingkrak-jingkrak
kembali
melolong untuk menghentikan alpa serupa
tapi begitu mudah lena
dan mengulang-ulang lagi
bahkan berjanji dengan segala kata
semoga pertaubatan yang ini
adalah sungguh perjalanan hati
Bumidamai, Yogyakarta.
Menunggu Hujan
21 Okt 2011 10 Komentar
in Puisi Akhmad Muhaimin Azzet Tag:akhmad muhaimin azzet, hujan, puisi
duduk di tumpukan daun jati yang mengering
ada yang pelahan meranggas di sekujur tubuhku
serupa kambium, pori-pori ini memecah hening
akar persoalan pun merangsek menuju rindu
ya, rindu tetes demi tetes kesegaran dari langit
serupa hujan yang menumpahkan air cinta
bagi kemarau panjang atau dada yang terhimpit
segeralah, duhai, doa pun telah kering air mata
Bumidamai, Yogyakarta.









Komentar Terkini