Inikah Tamansari

lihatlah makna teramat dalam, sayangku
bahkan bekas lumat cinta tergaris sempurna
di bibir sejarah yang sungguh bergairah
kita begitu agung dalam gurat legenda

namun lagi-lagi jangan menangis, sayangku
bila percintaan pongah pada dingin malam
di sepanjang trotoar menyuruk hingga kota
kita memang kadang lupa menjadi manusia

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

2 thoughts on “Inikah Tamansari

  1. Wuih, langsung melarut saya pada sentuhan pertama ini.. Benar, Mas, kita memang terkadang lupa menjadi manusia. Mohon izin copas, ya. Royaltinya nanti, kalau saya sudah bisa jadi penyair seperti Mas Azzet..
    😀

    • Langsung melarut ya, Bang, berarti demikianlah adanya, hehe… Silakan dicopas, Bang, saya malah senang bila puisi itu bisa bermanfaat, tidak hanya bagi penulisnya, tetapi juga bagi pembacanya yang lain. Haha… siapa bilang Abang bukan penyair, betapa tiga novel yang sudah terbit itu tidak hanya bercerita, tetapi juga berpuisi. Makasih banyak lho, Bang, telah mampir…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s