Kembali Ke Yogyakarta

“kembalilah kisanak, di sini masih tersimpan
embun pagi dan bunga-bunga!”
lelaki berwajah cakrawala memanggili entah
berdiri tegak di samping tugu kota

sementara orang-orang yang menjadi asing
kehabisan jawab, berderu saja tanya
tentang kelahiran dan langkah usia
yang begitu mudahnya lari berpaling

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

2 thoughts on “Kembali Ke Yogyakarta

  1. Memang susah d tebak…smua sudah d tentukan……mas mapir ke blogku y….walaupun tanpa secangkir teh hangat……heheheheheh

    • Betul, Mas Dodif, justru susah ditebak itu menjadikan hidup kita semakin dinamis. Oke, Mas, langsung meluncur nih…. makasih ya undangannya… salam hangat selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s