Menempuh Pertaubatan

langkah kaki itu begitu serempak hingga jantung
sisa luka yang sangat perih, wajah yang beringas
manusia terampil menerkam seperti serigala
dan keserakahan memuncaki siang dan malam
seakan menantang, Rab bagi sekalian alam

ini bukan sekedar puisi yang memperkosa kata
lihatlah, di ujung kejujuran bumi dari mata
teriakan-teriakan melepuh hingga dinding batu
tanpa bertanya kapan menempuh pertaubatan
padahal kematian, mengakrabi juga suasana

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s