Lagi-Lagi Sengketa

hujan yang gerimis juga lolong anjing di kelam
tak mencipta getar sedikit pun, genggammu belati
lagi-lagi sengketa berkobaran hingga ruang sunyi
yang para abid mengisinya dengan doa ketulusan
namun api begitu mudah menjalari peta-peta
tak peduli curiga, atau bisik malam buta
lagi-lagi sengketa menjadi pesta tanpa kita pernah
menyadari kapan datang dan perginya

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

8 thoughts on “Lagi-Lagi Sengketa

    • Mbak Astrid, makasih banyak ya… Soal suka misteri, suka ndak suka memang misteri membuat kita kaya karena ada daya tarik untuk mempertanyakan dan menelusuri. Makasih banyak juga telah singgah kemari ya, Mbak.

  1. lagi-lagi sengketa menjadi pesta tanpa kita pernah
    menyadari kapan datang dan perginya…

    seperti sa’at waktu menikamku dari depan
    terlihat jelas dan tegas guratannya
    ya, waktu menikamku tanpa mengajakku bertarung..
    adilkah ini?

    salam kenal mas..

    • oleh karena itu, siapa saja yang bernama manusia, harus bisa melawan setan dan angkara, agar kedamaian dapat tercipta, hmm… begitu ya, Mbak. Makasih banyak ya, Mbak, telah singgah kemari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s