Sepucuk Surat Keperihan

tangan-tangan yang sepertinya tak kenal lelah
menggapai langit di suratmu, mulai lunglai
keringat dingin ketakutan itu sampai juga kemari
namun bukankah anak-anak dan perempuan
masih menari di setiap langkahmu hingga terbentur
jangan pernah menyerah wahai pencinta angin
daun berguguran pun kadang oleh musim

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

2 thoughts on “Sepucuk Surat Keperihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s