Mencumbu Pucuk Cemara

seperti angin yang menumpah belaian gelisah
perjalanan ini direngkuh kecemburuan pesta
ya, akhirnya mencumbu pucuk cemara di siang
jadi pilihan saat melayang dari geram
tanah berpijak kesadaran mimpi berbunga

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

4 thoughts on “Mencumbu Pucuk Cemara

    • Wah, bagus sekali cara menangkap Mbak Astrid, makasih banyak ya, Mbak, telah berkenan singgah di puisi ini. Alhamdulillah kabar baik, semoga demikian juga dengan Mbak Astrid. Salam kreatif dan selamat terus berkarya!

  1. aku suka puisimu
    sedikit kata kata
    namun banyak menyimpan makna..
    dan aku…
    justru penasaran pada kalimat2 yg sederhana
    rasanya, ingin menyingkap rahasia
    dibalik rangkaian kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s