Membuat Puisi untuk Anak TK

Pada suatu hari saya diminta oleh adik saya yang guru TK (Taman Kanak-kanak) untuk membuat puisi yang akan dibacakan pada acara perpisahan di sekolah tempatnya mengajar. Saya diminta membuat dua buah puisi; satu puisi akan dibaca murid TK yang menyatakan selamat tinggal kepada guru-gurunya dan sebuah puisi lagi akan dibaca oleh gurunya sebagai ucapan kepada murid-muridnya yang akan meninggalkan sekolah dan melanjutkan ke sekolah dasar.

Dalam membuat puisi tersebut, saya tinggal mempunyai waktu semalam, karena besok pagi akan dipakai latihan, begitu kata adik saya. Saya tidak masalah dengan waktu semalam itu, toh selama ini saya memang suka menulis puisi. Maka, menjelang tengah malam yang dingin, saya pun bersiap menulis puisi.

Satu menit, dua menit, tiga menit berlalu. Sementara saya hanya termangu. Bagaimana ini? Ternyata saya sulit sekali menulis puisi, padahal ini puisi untuk anak TK. Aha, justru untuk anak TK itulah saya malah sulit sekali menuangkan kata-kata untuk menulis puisi. Ada beban yang tidak ringan bagaimana menulis puisi secara sederhana dan bisa dipahami oleh anak-anak seusia TK.

Haruskah saya menyerah untuk mengatakan tidak bisa menulis puisi, padahal besok paginya puisi itu sudah harus dibuat latihan. Akhirnya, mau tidak mau, bisa tidak bisa, saya harus menulis puisi itu. Dan, jadilah dua puisi itu sebagai berikut:

Bu Guru, Doakan Kami

hari ini
dua tahun sudah
kami di TK Al-Husna
belajar membaca, belajar menyanyi
belajar menghitung, belajar mengaji

bu guru, maafkan kami
jika selama belajar
kami kadang nakal
menakali teman
atau ramai sendiri

tapi, banyak yang
kami pelajari di sini
itu karena bu guru sabar
menghadapi kami
bu guru amat sayang
kepada kami

terima kasih, bu guru
sungguh terima kasih

bu guru, doakan kami
hari ini kami ‘kan melangkah
meninggalkan
TK Al-Husna tercinta
meneruskan belajar
demi cita-cita

TK Al-Husna, 18 Juni 2011.

—————————–

Selamat Jalan, Anak-Anakku

hari ini
berat rasanya untuk mengatakan
kata perpisahan
sebab dua tahun kita bersama
belajar membaca, belajar menyanyi
belajar menghitung, belajar mengaji

hari ini
terasa ingin menetes air mata
sebab, besok tak ada lagi
kebersamaan kita
di TK Al-Husna tercinta

hari ini
kami pun harus bangga
terhadap anak-anakku tercinta
betapa besar semangat kalian
untuk belajar menjadi bisa

hari ini
meski terasa berat di dada
kami harus mengucapkan
selamat jalan, anak-anakku tercinta
melangkahlah, semangatlah
melanjutkan belajar
demi meraih cita-cita

hari ini
kami melepasmu, anak-anakku
dengan untaian doa
sepenuh jiwa

TK Al-Husna, 18 Juni 2011.

Demikianlah. Saya tidak tahu apakah puisi tersebut bagus atau tidak, tapi itulah hasilnya setelah saya merasa tidak mudah menuliskannya. Akhirnya saya ucapkan salut kepada siapa saja yang sudah terbiasa menulis puisi untuk anak-anak TK. Sungguh, ternyata pekerjaan ini tidak mudah, setidaknya bagi saya.

Salam kreatif dari Purwomartani,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

10 thoughts on “Membuat Puisi untuk Anak TK

    • Subhanallah wal hamdulillah….
      Mas Mabruri, apakah ini yang dinamakan the power of kepepet? Kalau kepepet pun puisi Mas Mabruri tentu lebih hebat dari puisi tersebut. Hehe…., makasih ya, Mas, telah singgah ke lapak puisi ini.

  1. Jadi ingat guru dan teman-teman semasa TK dulu 😀
    Kalau saya berandai-andai dalam waktu semalam diminta membuat puisi, saya memilih tidur 😀 Sebab, untuk membuat puisi asal jadi (belum ada revisi) saya memerlukan waktu seharian…

    • Hehe… jadi ingat guru dan teman-teman semasa TK ya… Kalo saya dulu malah tidak pernah sekolah TK (apa ini ya penyebabnya sehingga saya sulit membuat puisi untuk anak TK?). Wah, kalo ditinggal tidur, nanti adik saya nanya, “Puisinya sudah jadi apa belum, Mas? Besok sudah dibuat latihan neh….” Nah, lho! Tapi, memang ada baiknya kok, ketika kepepet, sesuatu yang dalam keadaan normal “tidak bisa” menjadi “bisa”. Ohya, makasih banyak ya…. telah mampir kemari.

  2. memang,. bikin puisi buat anak kecil itu tidak semudah bikin puisi cinta
    soalnya harus dengan bahasa yang mudah dimengerti…
    tapi hasilnya bagus kok mas

    • Benar sekali, Mbak Amelia, membuat puisi cinta lebih mudah. Tapi, ada kalanya lho, membuat puisi cinta juga tidak mudah; biasanya saat cinta benar-benar penuh di dada, sehingga tak satu kata pun dapat mewakilinya. Makasih banyak ya, Mbak Amelia, telah berkunjung ke blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s