Di Masjid Tergeragap

sebagaimana lontar kerikil jumrah, kebisingan ini berserak
menjelma detak irama langkah kerinduan yang mengetuki multazam
jiwa, yang terlalu kerap lusuh oleh derai musim dan zaman
yang tak pernah bertawajuh ketika galau memuncaki rongga dada

sungguh, alunan adzan yang sebenarnya telah berulang itu kini
melecut-lecut hingga kesombongan lantak dan tiarap tak tersisa
ini benar saat purnama, aku hanya basah air mata di mihrab suci

“menggenggam tali tarikat memang kadang seperti bara!” katamu
dan aku semakin tergeragap dari tidur panjang tanpa pelita
maka di masjid berbinar cahaya, serenada pun mengalirkan cinta
“doakan, ibu, menghadapi tawaran purba ada ketegaran selalu!”

Bumidamai, Akhmad Muhaimin Azzet.

Iklan

14 thoughts on “Di Masjid Tergeragap

  1. “menggenggam tali tarikat memang kadang seperti bara!”
    >interaksi yg tak mungkin dielakkan menjadi ujian bagi hati..

    “doakan, ibu, menghadapi tawaran purba ada ketegaran selalu!”
    >ibu tak akan pernah menyerah, hatinya senantiasa pasrah…

    nice mas Akhmad…

  2. setidaknya sebulan ini masjidmasjid penuh ya,
    *halah*

    selamat ramadlan

    dan saya tak pernah bosan membaca sajaksajakmu

    • Iya, Mas Usup Supriyadi, sebulan ini masjid-masjid menjadi lebih makmur karena Ramadhan; semoga di bulan selanjutnta juga demikian. Makasih banyak ya, Mas. Selamat Ramadhan juga dan makasih banyak atas kunjungannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s