Menghadap

semula aku merasa tidak layak menghadapkan wajah berdebu
tapi kisah tetes peluh Bunda Hajar antara shafa dan marwa
membuat rongga ini dahaga zamzam, pertaubatan menderu
membasuh kerak usia betapa perih dan malu bergetar
Allahu Akbar! betapa Mahakasih pada segenap semesta

Iklan

7 thoughts on “Menghadap

  1. Ping-balik: AMA, Penyair yang Merindu Sang Pemilik Kalbu « Usup Supriyadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s