Masjid Sepanjang Perjalanan

menelusuri siang dan malam ada ceruk dan bebatuan
tapi benarkah rambu jalanan tak sekadar pilar tua
atau bahkan malah keropos digerogoti usang zaman
jangan, sayang, jangan lagi tersesat menuju pulang
mari kita bangun masjid sepanjang perjalanan, yang agung
dengan shaf-shaf ketulusan dan salam pada segenap semesta

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

22 thoughts on “Masjid Sepanjang Perjalanan

  1. Memang seharusnya masjid menjadi tempat mencari petunjuk dan tempat bersemayamnya petunjuk. Jika di masjid sudah tak ada petunjuk, untuk apa orang ke masjid???

  2. jalan pulang dipenuhi tanjakan, lubang dikanan kiri, lembah dimana-mana, hutan belantara, jalan bercabang, semoga “ketulusan” mampu menuntun kita agar tidak tersesat šŸ˜€

  3. indanya bila sepanjang perjalanan dibangun mesjid sebagai penuntun kita agar tidak salah arah dalam mengemudi hidup ini

  4. Benar, pak jangan sampai rumah Allah hanya menjadi sejarah yang jarang tersentuh, walau sekarang jarang yg usang tetapi semakin kosong dan sepi, , semoga kelak akan banyak shaf-shaf yang lurus dengan satu ikatan yang indah, wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s