Kekasih, Duhai

inikah gelombang memenuhi dada
menerjangku yang rindu tiada tara
kekasih, duhai, kapankah berjumpa
siang dan malam inginnya segera

salam bagimu duhai Nabi tercinta
shalawat untukmu duh Rasul mulia

inikah jiwa yang disergap pesona
tak ada lagi luka apalagi menganga
tak kenal gelap semuanya cahaya
mengurai makna menempuh usia

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

6 thoughts on “Kekasih, Duhai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s