Reruntuhan Rindu

di atas tanah yang kian tua ini
orang-orang serentak berdiri
membaca shalawat kepadamu
di tepi malam menyatu rindu

ada yang berderak dalam dada
aku tak tahan rindu menggelora
salam padamu duh Baginda Nabi
kapan bertemu, tak hanya mimpi

air mata ini menetes tiada henti
aku terhuyung di reruntuhan rindu
orang-orang berdoa sepenuh hati
aku kian hilang duh merinduimu

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

16 thoughts on “Reruntuhan Rindu

  1. bukan di laut, bukan di darat
    air mata harus diabadikan

    bukan di langit, bukan di udara
    rasa rindu mesti diawetkan

    bukan di bumi, bukan di angkasa
    kepedihan harus dititipkan

    sebab di hati ada bahasa yang tak butuh makna
    karena dalam langkah cintamu harus terus dipelihara

    Lirik sederhana buat sang Baginda πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s