Berlari Dalam Hujan

bahkan engkau selalu berharap tiada basah
saat berlari dalam hujan, seperti penari malam
katanya ke mana lagi bila dikejar gelombang

seperti di pasar engkau bertemu kegaduhan
adakah senantiasa bagi jiwa bernyanyi rindu
begitulah para maulana, membasah kedalaman

dan berlari dalam hujan katanya keriangan
sesekali menghapus dahaga, bukan terpesona
sebab jalan kematian adalah pintu bercinta

Bumidamai, Yogyakarta.

“Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi

Iklan

38 thoughts on “Berlari Dalam Hujan

  1. haahh haahh hhaahh..angkot ga ada tdi pak. mknya lari2 kemari….#ngos2an

    cakeeepppp puisinya…betul kan kata saya. puisinya bikin dengkul gemeter hihihi

  2. waw… baca puisi ini mengingatkan saya dengan puisi penyair2 seangkatan ayah saya
    dalam, penuh misteri dan diracik dengan kata2 yang mengagumkan ^_^

    salam kenal pak 😀

    makasih ya sudah ikutan
    salam penuh rindu 🙂

  3. punya abang laksana penyair handal… karya besarmu kayak lagi berdiam dengan sepiring singkong rebus di teras rumah melamun sambil menompang dagu. lalu hujan cetar cetir jhehehhe
    sungguh membahana 😀

  4. Salam. Puisinya ΐϞϑƏђ sarat makna tapi saya hanya bisa menduga2. Bagaimana kalau mas Azet adakan bedah puisi ini kata perkata sekalian jadi pembelajaran puisi bagi saya ∂άn teman2 yg lain.

    Sukses untuk GAnya ∂άn terimakasih

  5. sepakat, kematian adalah jalan bertemunya dengan Sang Maha Cinta….

    hujan memang selalu hadirkan nuansa berbeda dalam setiap jiwa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s