Denting Malam

seperti serenada saja padahal doa penuh luka
malamku berdenting mengadukan perih bergetar
kapankah kegelapan terburai sayat pertikaian

bersama angin melolongkan lapar sepanjang kelam
bukan persoalan perut, tapi lagu-lagu kemarahan
kapankah dingin malam kita berselimut-bercinta

sudahlah, duhai, redalah dalam jiwa memesona
duduk bersama menganyam hari-hari bahagia
menuju senja dengan dada yang bercahaya

Bumidamai, Yogyakarta.

Iklan

13 thoughts on “Denting Malam

  1. mas saya mau tanya nih apa benar pujangga itu bisa meraba perasaan seseorang lebih dalam lagiiiii ??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s