Ziarah Kota Berdebu

@muhaiminazzet

@muhaiminazzet

sepanjang trotoar wajah-wajah gelisah menjajakan
mimpi, dupa peradaban bermunculan membumbung hitam
dan setiap langkah yang berderap mengingatkan bunga
yang bersitegang di taman mempertahankan pesona
inikah ziarah memaknai kelebat kelelawar, lantas
meninggalkan jejak meditasi yang berloncatan

namun siapa lelaki dihadang perempuan menggairahkan
dalam setiap tawar-menawar, meski sekadar penanda
“kota memang telah berubah sarat debu!” katamu
maka waspadalah terhadap belati atau ranjang malam
sambil mengusap kepala dan dada, sesekali bertiarap
mendendangkan nasib yang berseteru dengan waktu

suatu siang di sudut sebuah kota
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

8 thoughts on “Ziarah Kota Berdebu

  1. debu itu tak cuma membuat tersedak,
    tapi mungkin bisa merusak paru-paru kehidupan, kalau tak secepatnya bertemu ‘udara’ segar.

  2. Semua puisi pak Azzet selalu ‘mengenyangkan’. Kata2 dan metaforanya keluar dari kejujuran ekspresi dan ketajaman perasaan. Dan mungkin juga pengalaman dan prestasi yang mengagumkan. Saya hanya bisa kagum dan bersyukur ada jiwa2 artistik seperti pak azzet. Lanjutkan pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s