Menghapus Sketsa Dusta

serupa penyesalan, tapi mengental hitam di dada
inikah darah kemanusiaan kita yang telanjur tumpah
batu-batu dan belati tajam juga berserak, membelalak
mata siapakah itu nanar dengan gairah merimba
di sinilah, tugu hitam retak mimpi dan rahasia
yang anak-cucu menjulur lidah belajar sejarah

betapa kebohongan mesti disudahi, lihatlah
kepak cemara lunglai dalam saga berderak-derak
dan kita malah menikam muka sambil berpesta
tidakkah melati kematian telah berceceran
mengenangkan nasib betapa kerontang sungai
padahal limbah, adalah juga kegersangan nyata

di sudut kota, Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

10 thoughts on “Menghapus Sketsa Dusta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s