Memilih Kembali

mempertemukan nama-nama melebihi sekadar benda
jiwaku meregang, bukan seperti ketika Adam bersama Jibril
mengeja alif hingga menuntaskan segala perbekalan
sungguh dahsyat pusaran angin di lumbung suara
menggiring kesadaran, secepatnya membaca mantra
dan membasuh diri di rahim keabadian

masihkah engkau mencariku duhai perayu resah
catatan pengkhianatan terlalu panjang, dan kesaksian
hari ini begitu prasasti dalam ikrar berani mati
sekarang, biarkanlah peta-peta terbuka
mengenalkan hakikat dahaga dan rapal cinta
dari kerinduan perawan yang selalu purnama

Bumidamai, Yogyakarta
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

16 thoughts on “Memilih Kembali

  1. “catatan pengkhianatan terlalu panjang, dan kesaksian
    hari ini begitu prasasti dalam ikrar berani mati
    sekarang, biarkanlah peta-peta terbuka”

    saya menangkap aura optimisme juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s