Sajak Gelombang

lagi-lagi bertemu gelombang saat mencatat
debur dari dalam dada, membuncah diam-diam
tak ada lagi yang bisa disembunyikan

inilah aku berhamburan sajak gelombang
saat rindu menggelegak dari tanah pengungsian
bersama doa gemuruh dan bergulungan

Bumidamai,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

7 thoughts on “Sajak Gelombang

  1. lagi-lagi terhempas ombak yang datang
    saat jemari ini mencatat buih gelombang
    sisa debur debar dada yang terdalam,
    yang membuncah diam-diam.

    Tak ada lagi yang bisa kutuliskan
    buih buih ini semakin banyak berhamburan

    Aku berhamburan ditengah sajak gelombang
    saat rindu ini menggelegak dari tanah pengungsian
    bersama gemuruh; bergulungan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s