Tahajjud

jangan lagi, duhai jangan lagi, menyesali diri
ketika kereta malam yang bercahaya pergi
dan jiwa ini hanya termangu, berselimut pagi

maka bangunlah segera sepenuhnya merindu
senyampang hamparan sujud betapa indahnya
dan di telaga ampunan, membersihkan debu
dengan air mata, dengan ketulusan dan cinta

Bumidamai,
Akhmad Muhaimin Azzet

Dendobrium Mengeja Langkah

–Iman Budhi Santosa

memang senantiasa ada yang mesti dipertahankan
mengeja langkah hari-hari, seperti mengaji pagi-pagi
bukan persoalan tergeragap menghadapi geram kalah
masih ada embun menciumi subuh dengan gairah cinta
inilah harapan telaga, menuju kesentosaan semesta

memang senantiasa ada yang mesti dipertaruhkan
meski kadang harus pergi, mujahadah cuaca kedalaman
berkali sudah angin jalanan lindap dan menikam
menelusuri catatan berkabut dari belalang kesunyian
menjejakkan sajak kelahiran, dengan tangis dan doa!

Bumidamai, Yogyakarta
Akhmad Muhaimin Azzet

Dengan Dalih

akhirnya yang terjadi hanya mayat bergelimpangan
terpanggang api, beraroma mesiu dan sayat dendam
masihkah ada ruang untuk kian mengangakan luka
menakhtakan amis, dengan dalih kebenaran surga
sesungguhnya geram menyesaki seluruh rongga

atau limbung kita menatap cahaya langit
sebab betapa temaram, langkah yang tersembunyikan
seperti pencopet bergerak leluasa di bus kota
padahal ujung-ujung waktu memburu, siapa berkelit
dengan malaikat pencatat senantiasa berjaga

Bumidamai,
Akhmad Muhaimin Azzet

Di Penghujung Ramadhan

bersamamu segalanya terasa indah, sehingga dahaga
menjelma kerinduan yang berjarak dari jumpa
maka berjagalah segenap kepala
… … … berjagalah sepanjang lorong dada
sungguh menuju cahaya, menuju cahaya
pada bulan yang betapa mulia

tetapi roda siang dan malam melintas segera
meninggalkan siapa yang mengukir cinta
… … … di atas sajadah
… … … … … di trotoar dunia
ada saatnya terpana seusai membaca sabda
tetapi roda siang dan malam, ya, melintas
segera

lalu, adakah jejak yang masih bisa dibaca
atau semacam peta untuk membaca segala tanda
agar langkah demi langkah menuju senja
… … … dalam cahaya

Bumidamai,
Akhmad Muhaimin Azzet