Episode Pagi Setetes Embun

serupa kepasrahan yang membasahi pagi
masih berapa rakaat lagi kita memburu
padahal daun juga berkalang suatu ketika
lebih baik berkaca, wajah siapa betapa hina

hanyalah episode pagi setetes embun hingga hati
bila dzikir setiap nafas, memunguti yang hilang
seperti peziarah dengan dada sepenuh gemetar
bersiap menghadap, kapan saja senantiasa lapang

Bumidamai,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Ungkapan Cinta

ini rindu kesadaran atau mabuk perjalanan di keremangan
mengungkapkan cinta sempoyongan pada siang dan malam
“jangan pernah mengaku menari seperti Rumi
kita tiada pernah mampu menahan dahaga!”
jubah putih berkibar-kibar, bergema dzikir
mengikuti angin setelah mengajarkan tentang ketulusan

terima kasih wahai guru bermujahadah di deru polusi zaman
ungkapan cinta sesungguhnya berdenyut jantung waktu
lantas mengalir darah ibadah di setiap jengkal jasad
kehidupan, tapi betapa limbung merindu
langkah kaki terantuk begitu saja ketika jiwa
menatap matahari tanpa ada kemungkinan gerhana

Bumidamai, Yogyakarta.