Paradoksal

menjilati rasa lapar seperti anjing, betapa liar
di senjakala cermin pecah bukanlah wujud kutukan
bendera setengah tiang memang terlalu pagi
dikibarkan, bukan soal musim menagih janji
barangkali bau bangkai menjadi hal biasa

menuju ke manakah layar generasi direntangkan
bila siang-malam, gelombang dendam menyempurna
tidak saja di batas kota atau ceruk kepala
kita terlalu sibuk mencari kambing hitam
atau bersandiwara, dengan lakon berulang jenaka

Pojoknegeri,
Akhmad Muhaimin Azzet