Denting Malam

seperti serenada saja padahal doa penuh luka
malamku berdenting mengadukan perih bergetar
kapankah kegelapan terburai sayat pertikaian

bersama angin melolongkan lapar sepanjang kelam
bukan persoalan perut, tapi lagu-lagu kemarahan
kapankah dingin malam kita berselimut-bercinta

sudahlah, duhai, redalah dalam jiwa memesona
duduk bersama menganyam hari-hari bahagia
menuju senja dengan dada yang bercahaya

Bumidamai, Yogyakarta.