Paradoksal

menjilati rasa lapar seperti anjing, betapa liar
di senjakala cermin pecah bukanlah wujud kutukan
bendera setengah tiang memang terlalu pagi
dikibarkan, bukan soal musim menagih janji
barangkali bau bangkai menjadi hal biasa

menuju ke manakah layar generasi direntangkan
bila siang-malam, gelombang dendam menyempurna
tidak saja di batas kota atau ceruk kepala
kita terlalu sibuk mencari kambing hitam
atau bersandiwara, dengan lakon berulang jenaka

Pojoknegeri,
Akhmad Muhaimin Azzet

One thought on “Paradoksal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s