Sajak Idul Adha

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar
Mahabesar Allah, yang menciptakan Adam dan Hawa
Yang menerima qurban domba dari Habil karena takwa

Laa ilaaha illallaah
Tiada Tuhan selain Allah
Dialah yang menguji Ibrahim alaihi salam
Agar menyembelih sang putra
Yang bertahun-tahun diharap hadirnya
Wallaahu akbar
Ismail putra tercinta betapa takwa
Patuh dan tunduk terhadap perintah-Nya

Allaahu akbar, Mahabesar Allah
Yang memerintahkan Jibril membawa domba dari surga
Wa lillaahil hamd, dan segala puji hanya bagi Allah
Domba disembelih dengan aimata syukur dan doa-doa cinta

Allaahu akbar kabiiraw
Allah Mahabesar lagi sempurna kebesarannya
Yang memberikan nikmat yang besar
Kepada Nabi Muhammad dan kita umatnya

Wal hamdulillaahi katsiiraw
Segala puji bagi Allah dengan segala pujian
Maka mari ruku’ dan sujud kepada-Nya

Wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiila
Mahasuci Allah sepanjang pagi dan senja
Mari beri-idul adha, mari berbagi kepada sesama

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allahu akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar wa lillaahil hamd.

Idul Adha, 1438 H.

Iklan

Mendaki Malam Percintaan

inilah kembara betapa dahaga hakikat perjumpaan
selamat malam gelombang dan pantai berciuman
jiwa rindu berabad berkembang, putik membibir
menunggu tumpah rahasia dari puncak bersulang

sesungguhnyalah pengantin yang mendaki malam
percintaan, di segala rengkuh tulus bermuara
selamat malam kekasih membeningkan kedalaman
menatap keabadian: hanya getar sepenuh ruang sukma

Bumidamai,Yogyakarta
Akhmad Muhaimin Azzet

Merdeka

Akhmad Muhaimin Azzet, Puisi Merdeka, Kemerdekaan, Perjuanganmerdeka itu harga diri
diperjuangkan dengan akal budi
bergelora sepenuh hati

berkibarlah sang saka
di seluruh persada nusantara
mengobarkan semangat
jiwa-jiwa kesatria

perjuangan mesti diteruskan
bukan untuk golongan
apalagi sekelompok berandalan

merdeka itu berbahagia
bagi siapa saja anak bangsa
di seluruh desa dan kota
negeri tercinta, Indonesia Raya

Yogyakarta, Agustus 2016
Akhmad Muhaimin Azzet