Luluh

biarlah kemarin mengaji pun begitu menghitam
lewat nafas yang berburu, berkubang kembali
dinginnya malam betapa hangat oleh pendakian

tapi kini entah karang entah pualam namanya
di hati, menjadi luluh mencelup hari-hari
betapa damai memeluk cinta seerat-eratnya

Bumidamai,
Akhmad Muhaimin Azzet

Iklan

Rindu

jangan dikira aku
tak rindu

betapa penuh

sungguh kau
juga tahu

apalah bila turut riuh

Bumidamai, Yogyakarta
Akhmad Muhaimin Azzet

Sajak Idul Adha

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar
Mahabesar Allah, yang menciptakan Adam dan Hawa
Yang menerima qurban domba dari Habil karena takwa

Laa ilaaha illallaah
Tiada Tuhan selain Allah
Dialah yang menguji Ibrahim alaihi salam
Agar menyembelih sang putra
Yang bertahun-tahun diharap hadirnya
Wallaahu akbar
Ismail putra tercinta betapa takwa
Patuh dan tunduk terhadap perintah-Nya

Allaahu akbar, Mahabesar Allah
Yang memerintahkan Jibril membawa domba dari surga
Wa lillaahil hamd, dan segala puji hanya bagi Allah
Domba disembelih dengan aimata syukur dan doa-doa cinta

Allaahu akbar kabiiraw
Allah Mahabesar lagi sempurna kebesarannya
Yang memberikan nikmat yang besar
Kepada Nabi Muhammad dan kita umatnya

Wal hamdulillaahi katsiiraw
Segala puji bagi Allah dengan segala pujian
Maka mari ruku’ dan sujud kepada-Nya

Wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiila
Mahasuci Allah sepanjang pagi dan senja
Mari beri-idul adha, mari berbagi kepada sesama

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allahu akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar wa lillaahil hamd.

Idul Adha, 1438 H.

Mendaki Malam Percintaan

inilah kembara betapa dahaga hakikat perjumpaan
selamat malam gelombang dan pantai berciuman
jiwa rindu berabad berkembang, putik membibir
menunggu tumpah rahasia dari puncak bersulang

sesungguhnyalah pengantin yang mendaki malam
percintaan, di segala rengkuh tulus bermuara
selamat malam kekasih membeningkan kedalaman
menatap keabadian: hanya getar sepenuh ruang sukma

Bumidamai,Yogyakarta
Akhmad Muhaimin Azzet